Aduh..aduh.....!!!!!
Poligami
Klub Pria Banyak Istri
Aduh..aduh....aye kasihan sekali sama nasib perempuan yang mau di madu, kalau lekong aye seperti indang langsung minta cerai!!!! apalagi mengatasnamakan agama.....sayang masih banyak sekali perempuan di Indomenong tergantung sama laki-laki !!!!!
Aye pasti potong burunganya.....alasan bukan nafsu !!!
Ada kemeriahan yang tak biasa di Hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu 17 Oktober lalu. Di ballroom hotel bintang lima itu, dihelat acara bertajuk "Poligami Obat Mujarab Mendapatkan Cinta Allah". Acara ini dimeriahkan pula dengan pentas musik, operet, dan sosialisasi masalah poligami. Wajar jika dari 170-an tamu yang hadir, ada 15 pasangan poligami yang menjadi bintangnya. Para tamu itu hadir dari berbagai wilayah di Papua, juga Jakarta, Tasikmalaya, dan Garut.
Tema poligami diambil karena acara itu merupakan launching klub Global Ikhwan, yang tak lain adalah klub poligami. Klub ini, pada 20 Oktober, juga menggelar diskusi bagi wartawan. Menurut Ketua Global Ikhwan Bandung, Mochammad Umar, klub itu merupakan afiliasi dari klub yang sama yang berpusat di Malaysia.
Klub itu bermula dari Yayasan Darul Arqam, yang pada 1994 dilarang Pemerintah Malaysia. Setelah dilarang, yayasan itu berganti nama menjadi Rufaqa. "Bentuknya seperti yayasan, tapi lebih bergerak di bisnis," kata lelaki yang lahir pada 20 Mei 1968 itu. Tahun 2007, kelompok ini berubah nama menjadi Global Ikhwan. Sebelum menjadi Global Ikhwan, bisnis Rufaqa telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia, pada 1996-1997.
Bisnis Global Ikhwan makin berkembang. Mereka mendirikan TK-SD, klinik, butik, garmen, toko roti, pabrik saus dan kecap, dan sebagainya. Setelah sukses berbisnis, berdirilah klub poligami Global Ikhwan di Malaysia pada 2009. "Sekarang anggotanya 300 keluarga," tutur pria beristri empat itu.
Di Indonesia, kata Umar, anggota poligami yang tergabung dalam Global Ikhwan ada 36 keluarga. Mereka tersebar di berbagai wilayah, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Berdirinya klub poligami bagi anggota eks-Arqam ini memang bukan hal aneh, sebab poligami sudah menjadi bagian gaya hidup mereka. "Sejak Darul Arqam ada, hal itu memang disyariatkan seperti itu," ujar Umar.
Pemimpin kelompok itu di Malaysia, Syekh As'ari Muhammad, menikahi tiga istri. Dari perkawinan ini, ia dikaruniai 36 anak dan 120 cucu. Kehidupan perkawinan Syekh As'ari, yang dipanggil Abuya oleh para pengikutnya, itulah yang menjadi inspirasi bagi para anggota Global Ikhwan. Tujuannya, memasyarakatkan poligami yang benar dan adil. Tak mengherankan jika yang memotori berdirinya klub itu pun istri pertama Abuya, Khatijah Aam.
Poligami yang benar, menurut Umar, adalah dalam rangka pembelaan terhadap wanita, bukan atas dasar nafsu. Markas mereka di kompleks ruko Duta Regency, Cihanjuang, Cimahi, banyak diisi kegiatan perekonomian, seperti toko roti, salon muslimah, sampai praktek dokter.
Kegiatan itu bertujuan menyejahterakan anggota keluarga. "Kalau istri saya sakit, tinggal dibawa ke tempat praktek dokter yang kami dirikan. Anak mau sekolah juga sudah ada sekolahnya," tutur Umar. Ia menyayangkan berita soal berdirinya klub itu yang kemudian menjadi bias, seolah-olah klub itu membuka rekrutmen bagi mereka yang berniat melakukan poligami.
"Tidak ada itu rekrutmen. Kami tidak pernah menawarkan," katanya. Publikasi dan launching klub itu, menurut Umar, adalah bentuk sosialiasi internal. Apalagi, tak semua anggota klub itu berpoligami. Meski begitu, ia tak menampik bahwa ada pihak luar yang ingin berkonsultasi terkait poligami.
Berita tentang berdirinya klub itu telanjur jadi kejutan bagi banyak pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat pun bereaksi atas berdirinya klub itu. Menurut Hafidz Usman, Ketua MUI Jawa Barat, pihaknya keberatan atas berdirinya klub poligami itu. "Cara-cara seperti show begitu berlebihan," ujarnya. Meski begitu, kata Hafidz, MUI jelas tidak melarang poligami. "Poligami itu boleh-boleh saja," tuturnya.
Menurut Hafidz, pernikahan dan poligami telah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Lagi pula, untuk urusan pembinaan keluarga, sudah ada lembaganya. Kata Hafidz, pihaknya belum akan mengambil tindakan apa-apa, meskipun nantinya ada indikasi klub itu melakukan perekrutan.
Sementara itu, mantan aktivis Majelis Mujahidin Indonesia, Fauzan Al-Anshari, menyambut baik berdirinya klub poligami Global Ikhwan tersebut. Pria berusia 43 tahun yang punya empat istri dan 22 anak itu juga aktif di Masyarakat Poligami Indonesia sebagai sekretaris jenderal. Menurut Fauzan, keberadaan klub poligami tidak perlu dilihat secara minor. "Poligami adalah solusi syariat untuk mengatasi masalah populasi kaum wanita yang lebih banyak daripada pria," ujarnya.
Karena banyak, kaum wanita rentan menjadi korban. "Ada yang jadi TKI ke Malaysia dan disiksa," kata Fauzan. Karena itu, menjadi tugas laki-laki untuk menyelamatkan perempuan. "Ya, antara lain, dinikahi," tuturnya. Dan untuk berpoligami, menurut Fauzan, tak harus dengan niat, misalnya, menyelamatkan janda miskin agar anaknya tak telantar. "Hal seperti itu boleh, tetapi niat itu wilayah privat," katanya.
Ia tak menyalahkan pria yang menikah lagi dengan gadis yang lebih muda dan cantik ketimbang istri tua. "Itu nggak salah. Menikah itu harus ada cinta dengan wanita yang disukai," katanya. Berbeda dari Global Ikhwan yang membatasi jumlah istri sampai empat, kelompok Fauzan justru tidak memberi batasan. "Boleh lebih dari empat, sepanjang masih mampu. Soekarno juga istrinya lebih dari empat," ia menambahkan. Malah, kata Fauzan, kalau ada pria yang mampu berpoligami tetapi tidak melakukannya, berarti lebih takut oleh istri ketimbang Allah.
Maraknya propaganda poligami ini mengundang keprihatinan Leli Nurrahma, seorang peneliti masalah poligami. Menurut Leli, sekarang banyak orang yang tidak memahami konteks surat An-Nisaa ayat 3 yang sering dijadikan dasar untuk berpoligami. Konteks ayat itu, menurut dia, adalah usai masa Perang Uhud. Pada saat itu, banyak muslimah menjadi janda karena suaminya mati syahid. "Maka, menikahi janda muslimah itu adalah menolong anaknya yang yatim, dan masyarakat tidak melihat konteks itu," ujarnya.
Kalau ada yang mengatakan bahwa poligami adalah sunah Nabi Muhammad SAW, menurut Leli, ini merupakan pemikiran yang dangkal. "Rasulullah selama 28 tahun kehidupan pernikahannya bermonogami dengan Khadijah," katanya. Hanya delapan tahun terakhir dalam kehidupan pernikahannya, Rasulullah berpoligami. Itu pun setelah Khadijah wafat. Rasulullah sendiri menyatakan ketidaksetujuannya ketika Ali hendak memoligami putrinya, Fatimah, yang dinikahi Ali.
Dalam prakteknya pun, kata Leli, poligami kerap menjadi pintu masuk bagi kekerasan ekonomi, sosial, fisik, dan psikis kepada perempuan. "Ketika saya meneliti, 10 perempuan yang dipoligami, baik istri pertama, kedua, ketiga, maupun keempat, semuanya menangis ketika tahu saya wawancara menyangkut poligami," ungkapnya.
Para perempuan itu, kata Leli, mengaku tak berdaya karena suami mereka memakai dalih agama. "Lucunya, ketika ditanya, mereka tidak tahu dalil yang menyangkut poligami," ia menambahkan.
Dalam kehidupan perempuan-perempuan itu, prinsip keadilan sangat jelas tidak diterapkan. "Ada yang tidak dinafkahi, ada juga yang sering jadi pelampiasan amarah suami," tuturnya. Ekses pernikahan seperti itu adalah ikutnya anak-anak mereka menjadi korban. Ada anak yang tidak disekolahkan, ada juga yang mengaku kehilangan figur ayah. "Mereka trauma dengan pernikahan karena takut menjadi korban seperti ibunya," Leli menegaskan.
Dengan kenyataan seperti itu, Leli menilai, berdirinya klub poligami bisa menyakiti kaum perempuan. "Hal seperti itu berlebihan," ujarnya.
M. Agung Riyadi, Basfin Siregar, dan Wisnu Wage Pamungkas (Bandung)
[Agama, Gatra Nomor 51 Beredar Kamis, 22 Oktober 2009]
Poligami
Klub Pria Banyak Istri
Aduh..aduh....aye kasihan sekali sama nasib perempuan yang mau di madu, kalau lekong aye seperti indang langsung minta cerai!!!! apalagi mengatasnamakan agama.....sayang masih banyak sekali perempuan di Indomenong tergantung sama laki-laki !!!!!
Aye pasti potong burunganya.....alasan bukan nafsu !!![image]Ada kemeriahan yang tak biasa di Hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu 17 Oktober lalu. Di ballroom hotel bintang lima itu, dihelat acara bertajuk "Poligami Obat Mujarab Mendapatkan Cinta Allah". Acara ini dimeriahkan pula dengan pentas musik, operet, dan sosialisasi masalah poligami. Wajar jika dari 170-an tamu yang hadir, ada 15 pasangan poligami yang menjadi bintangnya. Para tamu itu hadir dari berbagai wilayah di Papua, juga Jakarta, Tasikmalaya, dan Garut.
Tema poligami diambil karena acara itu merupakan launching klub Global Ikhwan, yang tak lain adalah klub poligami. Klub ini, pada 20 Oktober, juga menggelar diskusi bagi wartawan. Menurut Ketua Global Ikhwan Bandung, Mochammad Umar, klub itu merupakan afiliasi dari klub yang sama yang berpusat di Malaysia.
Klub itu bermula dari Yayasan Darul Arqam, yang pada 1994 dilarang Pemerintah Malaysia. Setelah dilarang, yayasan itu berganti nama menjadi Rufaqa. "Bentuknya seperti yayasan, tapi lebih bergerak di bisnis," kata lelaki yang lahir pada 20 Mei 1968 itu. Tahun 2007, kelompok ini berubah nama menjadi Global Ikhwan. Sebelum menjadi Global Ikhwan, bisnis Rufaqa telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia, pada 1996-1997.
Bisnis Global Ikhwan makin berkembang. Mereka mendirikan TK-SD, klinik, butik, garmen, toko roti, pabrik saus dan kecap, dan sebagainya. Setelah sukses berbisnis, berdirilah klub poligami Global Ikhwan di Malaysia pada 2009. "Sekarang anggotanya 300 keluarga," tutur pria beristri empat itu.
Di Indonesia, kata Umar, anggota poligami yang tergabung dalam Global Ikhwan ada 36 keluarga. Mereka tersebar di berbagai wilayah, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Berdirinya klub poligami bagi anggota eks-Arqam ini memang bukan hal aneh, sebab poligami sudah menjadi bagian gaya hidup mereka. "Sejak Darul Arqam ada, hal itu memang disyariatkan seperti itu," ujar Umar.
Pemimpin kelompok itu di Malaysia, Syekh As'ari Muhammad, menikahi tiga istri. Dari perkawinan ini, ia dikaruniai 36 anak dan 120 cucu. Kehidupan perkawinan Syekh As'ari, yang dipanggil Abuya oleh para pengikutnya, itulah yang menjadi inspirasi bagi para anggota Global Ikhwan. Tujuannya, memasyarakatkan poligami yang benar dan adil. Tak mengherankan jika yang memotori berdirinya klub itu pun istri pertama Abuya, Khatijah Aam.
Poligami yang benar, menurut Umar, adalah dalam rangka pembelaan terhadap wanita, bukan atas dasar nafsu. Markas mereka di kompleks ruko Duta Regency, Cihanjuang, Cimahi, banyak diisi kegiatan perekonomian, seperti toko roti, salon muslimah, sampai praktek dokter.
Kegiatan itu bertujuan menyejahterakan anggota keluarga. "Kalau istri saya sakit, tinggal dibawa ke tempat praktek dokter yang kami dirikan. Anak mau sekolah juga sudah ada sekolahnya," tutur Umar. Ia menyayangkan berita soal berdirinya klub itu yang kemudian menjadi bias, seolah-olah klub itu membuka rekrutmen bagi mereka yang berniat melakukan poligami.
"Tidak ada itu rekrutmen. Kami tidak pernah menawarkan," katanya. Publikasi dan launching klub itu, menurut Umar, adalah bentuk sosialiasi internal. Apalagi, tak semua anggota klub itu berpoligami. Meski begitu, ia tak menampik bahwa ada pihak luar yang ingin berkonsultasi terkait poligami.
Berita tentang berdirinya klub itu telanjur jadi kejutan bagi banyak pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat pun bereaksi atas berdirinya klub itu. Menurut Hafidz Usman, Ketua MUI Jawa Barat, pihaknya keberatan atas berdirinya klub poligami itu. "Cara-cara seperti show begitu berlebihan," ujarnya. Meski begitu, kata Hafidz, MUI jelas tidak melarang poligami. "Poligami itu boleh-boleh saja," tuturnya.
Menurut Hafidz, pernikahan dan poligami telah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Lagi pula, untuk urusan pembinaan keluarga, sudah ada lembaganya. Kata Hafidz, pihaknya belum akan mengambil tindakan apa-apa, meskipun nantinya ada indikasi klub itu melakukan perekrutan.
Sementara itu, mantan aktivis Majelis Mujahidin Indonesia, Fauzan Al-Anshari, menyambut baik berdirinya klub poligami Global Ikhwan tersebut. Pria berusia 43 tahun yang punya empat istri dan 22 anak itu juga aktif di Masyarakat Poligami Indonesia sebagai sekretaris jenderal. Menurut Fauzan, keberadaan klub poligami tidak perlu dilihat secara minor. "Poligami adalah solusi syariat untuk mengatasi masalah populasi kaum wanita yang lebih banyak daripada pria," ujarnya.
Karena banyak, kaum wanita rentan menjadi korban. "Ada yang jadi TKI ke Malaysia dan disiksa," kata Fauzan. Karena itu, menjadi tugas laki-laki untuk menyelamatkan perempuan. "Ya, antara lain, dinikahi," tuturnya. Dan untuk berpoligami, menurut Fauzan, tak harus dengan niat, misalnya, menyelamatkan janda miskin agar anaknya tak telantar. "Hal seperti itu boleh, tetapi niat itu wilayah privat," katanya.
Ia tak menyalahkan pria yang menikah lagi dengan gadis yang lebih muda dan cantik ketimbang istri tua. "Itu nggak salah. Menikah itu harus ada cinta dengan wanita yang disukai," katanya. Berbeda dari Global Ikhwan yang membatasi jumlah istri sampai empat, kelompok Fauzan justru tidak memberi batasan. "Boleh lebih dari empat, sepanjang masih mampu. Soekarno juga istrinya lebih dari empat," ia menambahkan. Malah, kata Fauzan, kalau ada pria yang mampu berpoligami tetapi tidak melakukannya, berarti lebih takut oleh istri ketimbang Allah.
Maraknya propaganda poligami ini mengundang keprihatinan Leli Nurrahma, seorang peneliti masalah poligami. Menurut Leli, sekarang banyak orang yang tidak memahami konteks surat An-Nisaa ayat 3 yang sering dijadikan dasar untuk berpoligami. Konteks ayat itu, menurut dia, adalah usai masa Perang Uhud. Pada saat itu, banyak muslimah menjadi janda karena suaminya mati syahid. "Maka, menikahi janda muslimah itu adalah menolong anaknya yang yatim, dan masyarakat tidak melihat konteks itu," ujarnya.
Kalau ada yang mengatakan bahwa poligami adalah sunah Nabi Muhammad SAW, menurut Leli, ini merupakan pemikiran yang dangkal. "Rasulullah selama 28 tahun kehidupan pernikahannya bermonogami dengan Khadijah," katanya. Hanya delapan tahun terakhir dalam kehidupan pernikahannya, Rasulullah berpoligami. Itu pun setelah Khadijah wafat. Rasulullah sendiri menyatakan ketidaksetujuannya ketika Ali hendak memoligami putrinya, Fatimah, yang dinikahi Ali.
Dalam prakteknya pun, kata Leli, poligami kerap menjadi pintu masuk bagi kekerasan ekonomi, sosial, fisik, dan psikis kepada perempuan. "Ketika saya meneliti, 10 perempuan yang dipoligami, baik istri pertama, kedua, ketiga, maupun keempat, semuanya menangis ketika tahu saya wawancara menyangkut poligami," ungkapnya.
Para perempuan itu, kata Leli, mengaku tak berdaya karena suami mereka memakai dalih agama. "Lucunya, ketika ditanya, mereka tidak tahu dalil yang menyangkut poligami," ia menambahkan.
Dalam kehidupan perempuan-perempuan itu, prinsip keadilan sangat jelas tidak diterapkan. "Ada yang tidak dinafkahi, ada juga yang sering jadi pelampiasan amarah suami," tuturnya. Ekses pernikahan seperti itu adalah ikutnya anak-anak mereka menjadi korban. Ada anak yang tidak disekolahkan, ada juga yang mengaku kehilangan figur ayah. "Mereka trauma dengan pernikahan karena takut menjadi korban seperti ibunya," Leli menegaskan.
Dengan kenyataan seperti itu, Leli menilai, berdirinya klub poligami bisa menyakiti kaum perempuan. "Hal seperti itu berlebihan," ujarnya.
M. Agung Riyadi, Basfin Siregar, dan Wisnu Wage Pamungkas (Bandung)
[Agama, Gatra Nomor 51 Beredar Kamis, 22 Oktober 2009]
-nyairoro
Duhh jadi pengen
Duhh jadi pengen[image]-richkey
Hayo kawin ama aye....yang ada burung jeng tinggal secuil aye potong....
, enaknya ajah harga diri perempuan diinjak-injak......
@ Nyi Roro : Maksudnya Richkey tuh dia pengen dipoligami, bukan memoligami.![]()
Btw, gue pernah iseng baca database KomNas Perlindungan Anak dan Perempuan (pernah pengen jadi salah satu aktivisnya, tetapi sayang...gue kurang qualified *derita gue!* ). Disono ada data bahwa rata2 perempuan yang dipoligami itu adalah perempuan yang latar pendidikannya rendah, tidak punya karir dan berasal dari keluarga nggak mampu. Mungkin enggak semua, tetapi sebagian besar memang seperti itu kondisinya.
Jadi gue sih melihat aksi poligami ini lebih cenderung ke arah menggunakan 'kelemahan posisi' sang perempuan untuk memenuhi hasrat kukuruyuk pria yang bersangkutan.
Kalo alasannya untuk meyelamatkan perempuan dari posisi yang lemah, itu mah bulsh1t....kenapa enggak kasih modal usaha atau untuk pelatihan kerja aja, daripada harus dikawinin.![]()
Jadi pengen, ngelempar mereka (papa-papa,om-om, atau opa-opa yg menduakan pasangannya) pake mesin wkt ke zaman jahiliyah, tuh emang cocok mereka balik sana hehe.. Hidup emansisapi !!!
*ngajak perang lg sama Nyai Belgi haha
Klub poligami adalah klub yang menyiksa para wanita dan tidak bertanggung
jawab ,klub ini harus di basmi.
Jeng...Vipe ember kalau mau bantu bantulah tidak usah harus ngos-ngosan segala, nafsu laki-laki yang kayak ini yang sok paling aye benci pura-pura jadi pahlawan, sayang Islam menghalalkan ini
, abiz jaman nabi mana bisa diterapkan jaman sekarang. Aye seh kasihan yang dimadunya juga harus berbagi tubuh dengan yang lain. Coba kalau Quran bisa direvisi aye tiadakan yang namanya boleh kawin 4 kali, walau dikata asal adil.....mana bisa adil, jelaslah laki-laki pilih yang lebih segar dalam urusan ranjang bergoyang dibanding yang tuwir...
. Apa di Indonesia masih berlaku bagi pegawai negeri tidak boleh pologami ?
Oh...jeng Richkey ini perempuan tulen toh, kirain perempuan jejadian ha..ha...., aduh jeng mana ada sih yang namanya berbagi ranjang ? aye tetep yang namanya poligami merendahkan posisi wanita sayang Islam belum menentang ini, belum lagi kawin kontrak ala Islam. Pernah lihat dokumntasi di timur tengah banyak laki-laki yang munafik & zalim kawin hanya 2 jam diceral lagi....bilang ajah hanya untuk urusan ranjang. Berita terakhir di Saudi sana.....kakek-kakek kawin dengan umur 10 tahun, terus anaknya takut...waktu harus bersetubuh....yang ada diseret ke pengadilan keluarda, ortunya harus bujuk sampai si anak tidak takut sama ular si kakek biadad.......
Yang aye takutkan Indomenong sudah semakin dipengaruhi Islam berbau timur-tengah bukan Islam budaya Indonesia
. Sayang banyak sekali yang mudah termakan hasutan ini......
Jangan bawa2 embel2 agama dnk..moderator tuh Nyai sentil dikit kupingnya! Pa lg berandai2 pgn revisi ayat suci (kalam dari Tuhan lho)
..Memang bener poligami identik dg salah satu agama tp mbok ya ga usah dikupas seluk beluk meliuknya em!haha..pokoknya skrg prinsipnya amaluna amalukum aja ah, udah akhir jjaman ini :D
yg kena hasutan (misal poligami ini) cuma sebagian kecil kaum lelaki sj, percaya dnk orang Indo skrg 'pinter2' (seperti nyai?)
Kecuali kalo ini memang forum religi :p
Ya ampyunnnnn.............. Aku baru tahu ada klub ini.............
Pantas saja Aa Gim langsung dihujani dengan berbagai isu tak sedap...... Rupanya ada di Bandung ya launching nya.............
sejak lama, saat Darul Arqam dilarang di Malaysia, gue sempat bingung. Mengapa dilarang? Adakah yang menyimpang dari ajarannya? Tahun 1996 pelarangan ini begitu memuncak saat tangan-tangan Darul Arqam mulai merambah Indonesia. Gue sempat khawatir, pengaruh faham ini akan terus mengakar dan berurat di negeri yang indah dengan segala juta pesonanya.
Ternyata oh ternyata.... salah satunya melegalkan beristri banyak... ![]()
Oalahhhh..... yang beginian mah gak usah diorganisir.... duh duh duh...... Kufikir Darul Arqam tuh bener-bener dilarang dan ditumpas di Negeri Jiran. Ternyata di ekspor juga ke Indonesia toh..... dengan wujud dan nama yang lain..... ya ampunnnn....... Tetep saja, Malaysia pengekspor faham-faham gak bener..... duh duh duh........
Guys..... sejak jaman darul Arqam ini, kemudian bermunculan organisasi-organisasi garis keras yang hampir semuanya mengatasnamakan agama tetapi dipimpin oleh orang-orang yang notabene bukan pribumi asli. Dan mereka pun tidak mau mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia mengenai fatwa-fatwa dan ketentuan dalam hal beribadah. Contohnya, penetapan puasa dan idul fitri. Mereka gak mau mengikuti pengumuman pemerintah, tapi sok Arab dengan menunggu pengumuman Arab Saudi. Alasannya semua hal pasti kesana, tapi kan mesti diingat, Indonesia berada di bagian timur Arab Saudi, yang waktunya lebih cepat atau lebih lambat. Taroh lah kalau penanggalan Matahari ditentukan garis tanggal internasional di Samudera Pasifik. Tapi berbeda dengan penanggan Bulan. Dimana bulan awal terilihat disitulah penanggalan dimulai. Jadi tidak tetap di satu tempat......
Beberapa organisasi keras saat ini :
1. Hizbut Tahrir : Dipimpin orang Arab, ini jelas ingin meng-Arab kan segala jenis bentuk ibadah Islam di Indonesia. Masa untuk puasa dan lebaran saja menunggu Arab Saudi. Bodoh menurut gue....... Sekalian saja waktu sholat ngikut jadwal disana biar barengan. Subuh jam 9 pagi, duhur jam 4 sore, ashar jam 7 mlm, maghrib jam 10 mlm, isya jam 11. Wew....... secara kita lebih cepet 4 jam kan. Jadi barengan. heuheuheuheu ![]()
2. FPI : Dipimpin habib keturunan Arab murni, agak sedikit bener sih. Tetapi keterlaluan untuk urusan yang menurut mereka tidak baik. Pasti selalu pengerahan massa yang diandalkan. Tapi sayang, massa ini diambil dari orang-orang pribumi.
3. .......... (lupa)
Kadang gue geram..... Kok mau-maunya orang Indonesia disetir dan dimonitor oleh orang yang bukan orang Indonesia pribumi asli. Mau-maunya diadu dombakan. Mestinya mereka mikir dong. Kalau mau semuanya Arab, ya di tanah Arab toh.... Islam itu universal, bukan hanya milik Arab. Hiks.... ![]()
Balik ke klub Poligami..... Gue sangat tidak SETUJU..... Siapapun yang mendirikannya..... Tolong dibubarkan!!!!!!
Yang aye takutkan Indomenong sudah semakin dipengaruhi Islam berbau timur-tengah bukan Islam budaya Indonesia[image]. Sayang banyak sekali yang mudah termakan hasutan ini......
-nyairoro
Jeng Nyai.... mudah-mudahan tidak salah penafsiran ya.... aku dah posting diatas, yang kukhawatirkan justru kemauan orang-orang Arab di Indonesia, jadi bukan Islam nya ya.... Tapi sekarang mereka agak mengerem dan sedikit takut.... setelah Polri terus-terusan gencar melakukan operasi Densus 88. Kebayang kan yang ditangkap Abu Jibril misalnya, ayahnya sendiri tetap menolak dan mengerahkan massa untuk memprotes penangkapannya. Fakta bicara lain.... Bahkan Osama Bin Laden saja, sebagai petinggi Al-Qaidah, mengucurkan dananya untuk mengobrak-abrik negeri kita tercinta.
Kebayang, video sebelum dan sesudah pemboman di Kuningan II kemarin, kemudian dikirimkan via internet ke petinggi Al-Qaidah. Lalu dana pun mengucur. Hiks......
Pemboman di negeri ini dijadikan sebagai ajang proyek : bikin proposal, kirim, proposal disetujui, teken kontrak, uang muka turun, lalu kerja, dan hasil kerja dikirim lagi, dana full pun turun. GILAAAA!!!!!!.............
Dan itu yang punya otak Malaysia (M.Top) dan Arab (Al-Qaida).
Jeng juragan..em itu yang aye maksudkan islam Indomenong mulai tercemar Islam arab sana yang jelas-jelas menghalalkan segala cara dengan kekerasan untuk kepentingan sendiri![]()
Di eropa sama....Islam disorot sekali karena selalu dengan kekerasan. Tahu sendiri jeng disini kekebebasan pers & ekspresi sangat dijungjung tinggi sekali. Karena traumatis dengan sejarah eropa sendiri yang dulu Christen sangat mengekang warganya dan harus turut apa yang mereka mau ( para pendeta ). Sampai akhirnya rakyat protes.....habis-habisan, maka lahirnya kekebasan pers. karena agama tidak boleh dikritik....kadang harus karena belum tentu benar. Aye bilang..kayak kawin kontrak 1-2 jam itu. Kagak salah jeng si mpok bikin lagu In Your mind...maklum migrant dari timur tengah di eropa susah nahan nafsu birahi kalau diluar rumah......
Di Perancis ke sekolah dilarang pakai symbol agama : waktu jilbab dilarang sampai mau di bom sama Al Qaida...padahal berlaku untuk semua agama. Aye ngerti.....eropa tidak ingin mengulang sejarah lama agama mengatur kehidupan rakyatnya. Belgia juga sama sekolah dilarang pakai jilbab. Turki yang 98 % Islam ke kampus dilarang pakai jilbab.....karena juga Turki tahu takut pengaruh Islam aliran garis keras merubah negara Turki yang seculair......karena jasa Ata Turk......mungkin kayak kita bapaknya Pancasila.....
Teman aye ajah kaget kalau dibilang aye Islam ???? aye jelaskan Islam Indonesia tolerant, maklum di eropa Islamnya kebanyakan dari timur-tengah, sayang posisi perempuan masih sangat menyedihkan. Si Jeng Qnoy mungkin tahu ini.....kan tinggal di belgiong juga, makanya aye kaget banyak di Indonesia yang aturan kayak sharia.
Ketakutan di eropa seperti di Indomenong....karena Islam extreem tidak bisa diskusi, tapi memaksakan kemauan mereka. Aye juga ngerti kenapa di eropa anti Islam semakin besar karena cermin dari Islam yang salah disini......
Semoga rakyat Indonesia pandai sebelum terlambat. Aceh...yang semakin ekstreem belum yang lain-lainnya........
duhh mulai lagi![]()
nyairoro binti rorokidul dari jaman jebot sampai sekarang selalu 'sangat peduli' dengan hal hal seperti ini :)
semoga gak ada yang terpancing sampe nti gontok2an lagi ya, thread satu lagi sepi, mulai thread lain yang rame lagi. Ingat di forum jangan sampai SARA.
Okeh ;)
agree sama mbak bj, no sara yah. kalo menurut saya ya gak relevan lah, menjajah ideologis wanita. karena saya tidak percaya ada motivasi lain dari poligami untuk saat ini kecuali karena nafsu.
klo menurut gw sih masalah poligami atau syariah islam itu masalah suka gak suka aja
kalo gw sih gak suka hehe meskipun gw muslim
di belanda ampe ada kelompok garis keras anti islam lho
Udah....udah...intinya kalo masih awam or gak ngerti soal ajaran agama....gak usah banyak komentar....kalo mo debat...langsung aja ke ulama2 ato mereka2 yang ilmu nya lebih baik daripada qta...That's all...
Huehehehe.... ups.... aku sara nih.... suer beneran loh, aku gemes sama pengerahan massa mulu.... yang dikerahin tuh orang-orang yang biasanya pendidikannya kurang... hiks.... ups... mulai lagi...
Sowwyyy..... yuk ah kita mawas diri bareng-bareng.... yuk...
Udah....udah...intinya kalo masih awam or gak ngerti soal ajaran agama....gak usah banyak komentar....kalo mo debat...langsung aja ke ulama2 ato mereka2 yang ilmu nya lebih baik daripada qta...That's all...
-neena
Aduh..jeng Neena kita dapat belajar otodidak loh, tanpa harus bantuan Ulama apalagi sekarang jaman canggih, em. Kita sebagai orang-orang berpendidikan seharusnya kritis terutama perempuan. Ulama belum tentu lebih tahu dari kita-kita, kebanyakan mereka lebih memikirkan diri sendiri kayak banyak yang di Indonesia terjadi dan mereka bersaing lagi : kayak Abu bakar basyir, belum lagi ulama yang senang sekali mengeluarkan fatwa yang kadang merugikan masyarakat sendiri, dan siapa yang berani kritik ulama sendiri ? karena posisi mereka ???? kalau bukan kita-kita yang kritis. Banyak teror di Indonesia karena siapa ????
Di eropa juga banyak ulama yang mengajarkan kekerasan, untung disini rakyat keritis.....! dulu waktu jaman aye tinggal disana, natal bagi umat lain gereja tidak harus dijaga polisi sekarang tiap natal gimana ? itu yang aye takutkan sekali Indonesia semakin jauh dari Pancasila. Coba kalau semua ulama berniat baik untuk hidup rukun....tidak akan ada yang namanya teroris. Baik buruknya seseorang hanya Allah yang bisa menilai bukan manusia......!!!
Jeng ini bukan sara tapi kita diskusikan...., dengan diskusi akan ketemu hasilnya, agree atau tidaknya wajar...asal jangan main kekerasan !!!! itu yang namanya demokasi & dewasa. Sayang di Indonesia sering kali masih dengan kekerasan kalau tidak setuju.....!!!!!!
